Jumat, 08 Februari 2013

Ruqyah Memperlancar Usaha Real Estate


 
            Sofyan (bukan nama sebenarnya), seorang pengusaha sukses yang dikenal memiliki banyak relasi, khususnya dengan pejabat pemerintah. Karena mempunyai modal yang cukup besar, maka tidak sulit baginya untuk membangun usaha baru. Tidak sampai satu bulan, Sofyan telah mengantongi izin untuk membangun usaha real estate di sebuah tempat. Tidak ada pertentangan dari penduduk setempat. Ada keyakinan turun temurun yang mengatakan bahwa tanah tersebut dianggap angker. Namun, Sofyan berkeyakinan bahwa membangun usaha di tempat itu akan mendatangkan kesuksesan (keuntungan).
            ”Pak, kami menghimbau supaya bapak mengurungkan niat untuk membangun usaha di sana, saya kira tempat tersebut tidak prospektif,” usul salah satu pegawainya. ”Tenang saja, kamu kan tahu bahwa masyarakat di sekitar tempat itu telah  maju, bahkan di sekitarnya terdapat pusat perbelanjaan,kata Sofyan. ”Kepercayaan pada takhayul itu sebenarnya hanya isu belaka. Lagi pula, tempat tersebut sangat diinginkan para investor karena lokasinya yang berada di perbukitan yang sejuk,tambahnya.
            Dalam kurun waktu tiga tahun, perumahan megah telah berdiri kokoh. Bangunan yang menghabiskan dana milyaran rupiah tersebut akhirnya mulai dipromosikan. Hari berganti hari sampai akhirnya tahun berganti tahun, bisnis Sofyan ternyata belum memberikan tanda-tanda keberhasilan. Ditengarai salah satu penyebab utama adalah gosip akan banyaknya penghuni yang sering melihat makhluk halus. Lebih dari itu, cerita mistis yang telah beredar  menambah sulitnya peminat.
            ”Saya tidak tahu harus bagaimana Din, padahal kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mempromosikan real estate ini, kenapa belum ada yang berminat ya,” keluh Sofyan kepada Sahrudin, salah satu asistennya. ”Saya kurang mengerti, tapi menurut saya, alangkah baiknya kita mencoba untuk mendatangi paranormal Pak,” saran Sahrudin kepada Sofyan. Akhirnya, Sofyan mendatangi paranormal. Tidak genap sepuluh hari, paranormal tersebut kembali dan menyatakan tidak sanggup menyelesaikan permasalahan tersebut.
            Sofyan hampir putus asa. Atas saran salah satu rekan bisnis, Sofyan mencoba untuk menggunakan metode ruqyah. Tanpa menunggu lama, Sofyan mendatangi salah seorang ustadz ahli ruqyah asal Semarang. ”Kedatangan kami ke sini bermaksud meminta tolong ustadz, terus terang kami tidak tahu harus bagaimana, usaha real estate kami belum juga laku, padahal kami telah menghabiskan dana milyaran rupiah,” ungkap Sofyan. ”Yang pertama, saya sarankan agar niat dan keyakinan Bapak hanya meminta pertolongan kepada Allah Swt semata. Selanjutnya, terkait cerita yang Bapak ungkapkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, melakukan ikhtiar dzahir dengan meningkatkan kinerja dan introspeksi diri. Kedua, untuk mengantisipasi permasalahan ghaib, maka dapat dilaksanakan Ruqyah Tempat,saran ustadz. Tanpa menunggu lama, akhirnya real estate Sofyan dilakukan Ruqyah Tempat. Alhasil, para pembeli mulai berdatangan dan menetap.

Senin, 14 Januari 2013

Atasi Bangkrut Dengan Rukyah



Sebut saja Munif, seorang dosen sekaligus bisnismen yang memiliki beberapa perusahaan dalam bidang konveksi. Tidak diketahui secara pasti penyebabnya, akhir-akhir ini wajahnya terlihat murung dan lebih tua dari biasanya. Ketika ditanya terkait masalah yang menimpanya dengan tertunduk dia menjawab,”ini urusan pribadi.” Suaranya lirih, hampir tidak terdengar. Ia seakan tak ingin masalahnya diketahui orang lain.
Namun, sekeras apapun usaha menutupi bangkai, baunya pasti akan tercium pula. Sebagaimana cerita orang terdekatnya, bahwa ada sesuatu yang menyebabkan Munif depresi. Peristiwa dan kejadian pahit berulang kali menimpanya. Tepatnya, setelah ayah Munif meninggal dunia dan mewariskan sebagian besar perusahaan kepadanya. Namun, sebagian besar perusahaan yang dikelolanya malah bangkrut. Akibatnya, Munif terlilit hutang dan menderita kerugian.
.Setiap kali Munif memulai usaha, kegagalan selalu menyertainya. ”Saya harus bangkit,” gumam Munif dalam hati. Ia lalu menemui Surya, kakak yang paling ia percayai. ”Kak aku mau minta tolong, berikan sedikit modal untuk usaha,” pintanya kepada Surya. ”Ini ada 50 juta, tolong digunakan sebaik-baiknya” kata Surya menyarankan.
Sebagai pengusaha yang pernah mengalami kegagalan, seharusnya Munif bisa sukses. Sayang, usahanya gagal lagi. ”Aku heran mengapa ini bisa terjadi padaku,” gumamnya dalam hati. ”Nif usahamu udah maju?” tanya Surya pada suatu hari. Dengan perasaan berkecamuk serta putus asa, Munif menjawab, ”maaf kak, modalnya habis, aku tidak mengerti kenapa usaha yang aku rintis selalu gagal.” Surya termenung sebentar.”Firasat kakak ada yang tidak beres Nif” ujarnya. ”Coba akan kakak selidiki” imbuhnya.
Apa yang dikhawatirkan Surya ternyata tidak meleset. Secara tidak sengaja, Surya mendengar obrolan saudara-saudaranya yang lain. ”Itu loh si Munif, emang pantas dia menerima itu semua,”ujar salah satu saudaranya. ”Lagian bapak itu waktu hidupnya terlalu sayang sama dia, masa semua perusahaan dikasih gitu ja, ya udah aku kerjain aja sekalian,” tambahnya. Dari obrolan tesebut, Surya mengetahui bahwa adiknya dijahili karena rasa iri saudara yang lain.
”Nif ada indikasi yang tidak baik dari saudara-saudaramu yang lain, kalau bisa secepatnya kamu meminta maaf kepada mereka,” pinta Surya. ”Aku nggak habis fikir, kenapa mereka begitu tega,” katanya heran. Tanpa fikir panjang Munif meminta maaf kepada saudara-saudaranya yang lain. ”Lho, kamu kenapa minta maaf, kamu nggak punya salah kok,” ujar saudaranya mengelak.
”Kenapa mereka jadi begitu?” gumamnya. Akhirnya Surya menyarankan Munif untuk menemui seorang Spritualis di Semarang yaitu Ustadz Massar. Setelah panjang lebar menceritakan permasalahan yang dihadapi, akhirnya Ustadz Massar memeriksa Munif. ”Bapak memang terkena guna-guna,” ungkapnya. Ternyata apa yang dikatakan Surya tidak meleset. Munif memutuskan untuk dirukyah seketika itu pula. ”Bapak harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan jangan lupa melaksanakan shalat lima waktu dan melaksanakan amalan yang telah saya berikan,” nasihat sang ustadz. Setalah itu, Munif  mohon diri.
Dengan penuh keyakinan, Munif bergegas pulang.  Esoknya, ia  memulai kerja sebagaimana biasa. Dengan bermodalkan pinjaman dari Surya, Munif bekerja keras. Selama setengah tahun, Munif merintis usahanya kembali. Perubahan signifikan mulai terjadi. Kesuksesan mulai nampak di depan mata. ”Alhamdulillah, usaha saya mulai lancar,” tuturnya dengan raut muka berseri. Akhirnya, Munif mulai menyadari pentingnya iman dan takwa dalam menjalankan bisnis dan usaha. Terlebih dalam menghadapi era global yang penuh persaingan. Tidak menutup kemungkinan muncul rasa iri, dengki, dan hasud dari para pesaing.

Selasa, 08 Januari 2013

Akibat Hubungan Terlarang


 
             Wajah Sri jelas terlihat pucat pasi. Saat digandeng seorang sahabat setianya,  Halimah, Sri terlihat sangat tersiksa. Beban berat tersirat jelas pada raut mukanya yang putih. Bekas muntahan masih membekas di pakaian seragam sekolahnya. “Kamu kenapa Sri?” tegur pengurus asrama. ”Ah, tidak apa-apa mbak” sergahnya.
            Akhir-akhir ini Sri memang terlihat aneh di mata sahabat-sahabatnya. Setiap malam Minggu, Sri tidak pernah hadir untuk mengikuti perkumpulan mingguan di asrama. Ketika ditanya kemana, dengan enteng dia menjawab, ”biasa, bantu temen di konter,” jawabnya tanpa merasa bersalah. Disamping sering bolos pada kegiatan rutin, Sri selalu terlihat murung dan tak punya semangat. Pernah suatu hari, sahabat-sahabatnya menemukan dia tergeletak pingsan di kamar mandi.
Baim adalah teman sekolah sekaligus pacar Sri. Baim yang selama ini selalu bersama Sri sering mendapat tudingan miring dari sahabat-sahabat Sri. ”Kamu jangan berbuat macam-macam sama Sri ya!” ancam Halimah pada Baim. Ancaman Halimah bukan tanpa alasan. Pasalnya, selama ini Sri hanya keluar apabila di ajak oleh Baim. Sahabat-sahabat Sri sepakat bahwa penyebab sakitnya Sri adalah Baim.
            Suatu hari, asrama dibuat gempar dengan hilangnya Sri dari asrama selama seminggu. Kecurigaan Halimah memuncak hingga akhirnya memutuskan untuk mencari Sri. Dengan mengumpulkan berita dari beberapa sumber, Halimah dapat menemukan tempat Sri dan Baim tinggal. Alangkah terkejutnya ketika Halimah melihat Sri tergeletak di sebuah ranjang reyot. Di sampingnya, Baim sedang termenung.
            ”Kamu kenapa Sri? Ada apa sesungguhnya sehingga kamu begini?” tanya Halimah sambil menangis. ”Sudahlah Mah, mungkin ini sudah menjadi nasibku” jawab Sri lirih. Saat didekati, pandangan Sri kosong dan tidak berkata apa-apa lagi. Akhrinya Halimah mengajak Baim ke luar untuk berbicara masalah kesehatan Sri. Dari mulut Baim keluarlah sebuah pengakuan yang selama ini di luar perkiraan sahabat-sahabatnya termasuk Halimah.
            ”Ketika kami mengawali pacaran, sebenarnya Sri sudah merasa ragu. Selama ini orang tuanya melarang dia pacaran. Selain itu, dia telah dijodohkan dengan bapak-bapak yang tentu tidak disukainya. Akhirnya dia merasa tertekan dan selalu termenung.”
”Lalu kenapa dia bisa ikut denganmu?” Tanya Halimah. ”Karena aku harus bertanggung jawab, suatu ketika aku menemukan Sri sedang melamun dan tiba-tiba berteriak histeris. Sejak itulah Sri selalu kerasukan roh yang mengaku Dila,” tutur Baim. Dengan mimik wajah sedih, Baim melanjutkan ceritanya, ”Sri merasa akan merepotkan kalian jika tinggal di Asrama, kalau sedang kerasukan dia akan merusak apa saja.”
Jika diperhatikan dengan seksama, ternyata tempat yang ditinggali Sri dan Baim sangat tidak layak. Selain kost tersebut penuh dengan sampah dan beberapa kamar kosong tanpa penghuni, hawa mistis pun sangat kental terasa. Tiba-tiba Sri berteriak histeris,” keluar kamu! Aku tidak membutuhkanmu lagi.” Namun, masih dengan suara yang sama, Sri menjawab sendiri,”tapi aku sayang kamu Sri”. Perkataan tersebut sangat membingungkan Halimah. Dia hanya bisa menangis ketika Sri menjambak rambutnya sendiri. Dengan sekuat tenaga Baim menghentikan Sri, tetapi usahanya sia-sia.
            Melihat kejadian itu, Halimah sadar bahwa dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Tanpa pikir panjang, Halimah langsung menghubungi saudaranya agar mengantarkan dirinya ke ustadz ahli rukyah. Saudaranya memberikan petunjuk agar mendatangi seorang ahli rukyah asal semarang. Tanpa menunggu, Halimah mendatangi ustadz yang dimaksud. ”Ustadz, saya mau minta tolong, teman saya kerasukan roh jahat,” tutur Halimah tergesa-gesa. Dengan sigap, sang ustadz langsung meluncur ke TKP.
Hanya dengan meminumkan air yang telah dirukyah, Sri tersadar dan merasa lebih lega. ”Terima kasih ustadz,” ungkap Sri. Ustadz Massar juga memberikan nasehat kepada Sri,”agar permasalahan ini selesai, saya harap Sri tidak mencari masalah dengan melakukan hubungan yang dilarang agama, karena itu akan menjauhkan diri dari Allah SWT.”
 ”Yakinlah bahwa apa yang menjadi ketentuan-Nya, itu pasti yang terbaik buat Sri” imbuh Ustadz Massar. Akhirnya Sri sadar bahwa diri manusia akan rapuh jika tidak memiliki keimanan yang kuat kepada Allah SWT.

Rabu, 12 Desember 2012

Astaghfirullah….. Aku kena Azab dari ALLAH SWT



Dengan menghisap rokok dan ditemani secangkir kopi Tio berusaha menghilangkan kejenuhanya menunggu seseorang di  sebuah Caffe langgananya. Saat sedang menyeruput kopi tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara perempuan 40-tahunan.
 "Hai sayang, lama ya nunggunya?, sorry tadi kena macet dijalan" kata tante Silvi sembari duduk disamping Tio . Dengan cepat Tio menjawab," ga papa tante, ini juga aku barusan datang kok",  jadi kita ke Puncak Tante?," sambung Tio.
 "Ya jadi dong, tante kan udah banyak mengcancel agenda penting minggu ini biar bisa seneng-seneng  sama kamu di puncak sayang ," jawab tante Silvi manja.
Tante Silvi beruntung karena menjadi pemenang arisan brondong dengan hadiah Tio. Karena pemuda ini merupakan muka baru, selain itu juga tampan dan memiliki badan yang atletis. Arisan yang dilakukan sekumpulan perempuan sosialita itu bisa dikatakan menjadi hobi menyenangkan ditengah kurangnya keharmonisan rumah tangga mereka akibat lebih mengutamakan karier masing-masing. Awal mulaTio terjun ke dunia Gigolo karena iming-iming materi dari teman kosnya  yang lebih dulu terjun ke dinua tersebut dan juga karena tuntutan ekonomilah yang memaksa Tio akhirnya melakukan pekerjaan haram itu, walaupun pada akhirnya ia menikmati juga dan terasa sulit baginya  untuk berhenti. Dari kebiasaan inilah kehidupan Tio berubah drastis mulai dari rumah pribadi, mobil jazz, serta pundi-pundi uang dalam jumlah besar telah dimilikinya.
Pengalaman yang tak mungkin ia lupakan adalah saat arisan dimenangkan oleh Windy. Perempuan terkaya diantara sekumpulan sosialita pecinta arisan brondong tersebut. Ia diajak berlibur bersama ke Eropa. Namun suatu kejadian yang tak disangka-sangka dialami Tio hingga merubah kehidupanya kembali seperti dulu. Saat itu ia bersama Windy bermalam disebuah hotel berbintang lima. Suami Windy yang telah lama mengendus ulah istrinya tersebut menyuruh beberapa orang kepercayaanya membuntuti istrinya. Saat Windy dan Tio dikamar, orang-orang suruhan tersebut masuk dan menghajar Tio.
 " Berani-beraninya  kau mengganggu Bos kami “ bentak salah satu dari mereka sambil memukul perut Tio.
 “ Awas ya !!!, kalau sampai kau ulangi lagi jangan harap kau bisa bernapas lagi !!!," Ancam mereka.
 Tio yang merasa ketakutan dan bersalah hanya bisa mengucapkan kata ampun dan berkata tak akan mengulangi lagi. Windypun dibawa pulang paksa  oleh mereka.  Setelah kejadian itu, Tio menjadi shock dan ketakutan kemudian berusaha menenangkan diri di suatu tempat yang jauh dari keramaian. Ditengah usahanya menenangkan diri, Tio baru menyadari kalau ternyata ia menderita suatu penyakit  kelamin akibat seringnya melakukan hubungan lawan jenis berganti-ganti. Salah seorang warga yang merasa prihatin dengan kondisi Tio, menyarankan untuk menemui  seorang ustadz  pakar rukyah ternama di Semarang yang dahulu pernah menolongnya waktu Anaknya ketergantungan obat-obat terlarang. Melalui Beliau, Tio pun  akhirnya diterapi Rukyah pembersihan diri dan jiwa agar penyakit dan kehidupan kelamnya tidak terulang kembali. Sesungguhnya penyakit yang diderita Tio adalah teguran dari Allah SWT terhadap apa yang selama ini telah dilakukannya. Tio sangat bersyukur masih diberi kesempatan untuk mengubah jalan hidupnya yang pernah salah dan bisa lebih mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.
          Tanpa diduga, suami Windy juga menemui Sang Ustadz terkait perilaku istrinya. Beliaupun menasehati untuk tidak hanya mengejar materi dan kedudukan saja namun juga harus seimbang dalam membagi perhatian dalam keluarga." kebahagiaan adalah hidup sewajarnya yang hanya dapat ditemukan dalam keluarga yang harmonis " jelas Beliau. Untuk menghilangkan aura negative, Windy akhirnya juga di Rukyah oleh sang Ustad lewat jarak jauh melalui  foto yang dibawa  suaminya.