Jumat, 15 Agustus 2014

Memulihkan kepercayaan Klien




Akibar pengaruh krisis ekonomi 1998 dan disusul krisis di Amerika 2008, bisnis periklanan milik saya tengah lesu. Persaingan bisnis yang kian ketat juga berdampak pada banyaknya pelanggan yang berpaling ke agensi iklan lain. Untunglah, sejak tahun 2009 saya bertemu Ustadz Massar yang bersedia menjadi konsultan bisnis pribadi. Saya menjalani dua terapi ruqyah sekaligus, yakni terapi ruqyah diri untuk saya pribadi dan ruqyah tempat untuk lokasi bisnis.
Sejak itu kepercayaan dari para pelanggan pulih kembali. Ada etika periklanan yang harus kami pegang, demikian pesan Ustad Massar. Alhamdulillah sampai sekarang kami mendapat dukungan dari sebuah media cetak ternama. Terima kasih Ustadz Massar.
Heru Widodo Suwigyo- Bekasi.






Senin, 11 Agustus 2014

Ruqyah Mendekatkan Jodohku



     Allah memberiku jodoh setelah aku melaksanakan Ruqyah diri ditempat Ustadz Massar dan melaksanakan semua nasehat beliau. Itulah kesimpulan yang aku yakini. Namaku Ida ( Bukan nama sebenarnya ) Usiaku sudah menginjak 28 th, namun aku belum juga mendapatkan pendamping hidup (suami). Kala itu, Keresahanku semakin meningkat ketika keluarga dan teman-teman menanyakan kapan aku menikah. Padahal menurut banyak orang aku cukup cantik dan menarik dan telah mempunyai pekerjaan yang mapan yaitu sebagai Manajer Akuntan di salah satu hotel berbintang  di Bali.
     Suatu ketika aku diajak oleh temanku ke tempat praktek Ustadz Massar di Semarang, seorang pakar ruqyah yang telah banyak menangani masalah seperti yang aku alami. Sesampainya di sana, Beliau lalu melaksanakan Ruqyah pembersihan diri terhadapku dan dilanjutkan dengan Ruqyah untuk mendekatkan jodohku. Tak lupa juga beliau berpesan kepadaku agar memperbanyak amal sholeh serta menjalankan sholat malam dan doa-doa atas bimbingannya. Alhamdulillah setelah beberapa bulan aku laksanakan nasehat beliau, jodoh itu datang kepadaku dan kini aku telah mengandung 5 bulan buah perkawinan dengan suamiku. Terima kasih Ustadz Massar.
Ida – Bali





Senin, 21 Juli 2014

Rukyah membawa Berkah




Saya seorang petani yang mengandalkan penghasilan dari hasil panen 1 hektar lahan sawah kami yang kami tanami padi dan juga beberapa empang ikan gurami. Dari Penghasilan tersebut memang lumayan bisa mencukupi semua kebutuhan keluarga setiap harinya. Suatu saat saya dikejutkan dengan kabar bahwa Ardi anak saya yang bekerja di Jakarta sakit dan harus dirawat rumah sakit untuk jangka waktu yang lumayan lama. Karena waktu itu belum tiba masa panen, tanpa pikir panjang akhirnya saya berutang kepada tetanga yang dikenal sebagi rentenir untuk biaya pengobatan Ardi di Jakarta.
Karena ardi tak kunjung juga sembuh, padahal kami sudah tidak mempunyai dana lagi untuk berobat, akhirnya saya nekat menjual beberapa petak sawah saya. Dalam pikiran saya kala itu yang terpenting anak saya bisa sembuh seperti sedia kala. Walaupun saya sudah menjual separo sawah untuk membayar hutang, namun belum juga lunas semunya malah kian bertambah karena bunganya yang sangat tinggi.  Saya tak mungkin menjual lahan sawah yang tinggal setengah karena itu menjadi sumber penghasilan. Ditengah rasa keputus asa yang saya alami saya mendapatkan informasi dari saudara yang berada di semarang, bahwa di Dekat tempat tinggalnya ada seorang ustadz ahli ruqyah yang bisa mengatasi masalah seperti yang saya hadapi.
Sayapun akhirnya mengikuti terapi rukyah di tempat Ustadz massar, Astagfirullah ternyata selama ini saya telah melupakan sang pencipta. Setelah melakukan beberapa terapi rukyah, hati saya jadi tenang dan menjadi lebih dekat dengan Allah SWT sang pencipta.  Disamping itu terjadi hal-hal yang diluar dugaan. Karier Ardi di perusahaannya semakin meningkat dia diangkat menjadi wakil manager dan tentunya semakin tinggi jabatannya semakin besar pula gajinya.
Ardipun akhirnya dapat mengirimi saya uang untuk melunasi hutang-hutang saya pada tetanga, lebih dari itu sayapun kembali dapat membeli setengah sawah yang pernah terjual. Alhamdulillah dengan segala keberkahan dari Allah SWT, akhirnya kami sekeluarga lebih dapat bersyukur Terima kasih Ustadz Massar.
Khoirun, kab Semarang

Selasa, 17 Juni 2014

Berat Jodoh Karena Dendam.





Kakak perempuanku sudah berumur 35 th tetapi belum juga menemukan pendamping hidup. Dulu pernah ada yang hendak melamarnya tetapi tanpa tahu sebabnya kakak menolak lamaran tersebut padahal sebelumnya kakak juga suka dengan pemuda tersebut. Setelah itu beberapa orang yang mencoba mendekatinya selalu di tolak dengan alasan tidak cocok dan juga tidak mencintainya.
Kini setelah 5 tahun dari kejadian tersebut kakak baru menceritakan kepadaku alasan mengapa dia selalu menolak semua pria yang mencoba mendekatinya, karena selama ini kakak selalu dibayang-bayangi sosok laki-laki misterius yang selalu datang lewat mimpinya. Dia juga yang telah melarang kakakku untuk berhubungan dengan semua laki-laki karena dia menganggap kakak adalah istrinya. Aku kasihan melihat penderitaan yang dialami kakak, untuk itu aku mencoba mengajak kakak ke Semarang untuk melaksanakan Ruqyah Diri ditempat praktek Ustadz Massar. Kata Beliau selama ini kakakku telah dipagari oleh seseorang yang pernah ditolak cintanya oleh kakak dan dia bersumpah kalau sampai kapanpun kakak tidak akan pernah bisa menikah, selain dengan dirinya. Mendengar penjelasan Ustadz Massar kami hanya bisa menangis, aku tak menyangka kalau kakakku harus bernasib seperti itu. Tanpa ragu kamipun segera melaksanakan Ruqyah Pembersihan Diri untuk kakak. Kini setelah sebulan berlalu, kakak mulai bisa membuka diri kepada pria yang mencoba dekat dengannya dan kami sekeluarga berharap kakak dapat segera menemukan jodohnya.
Prabu, Jawa Timur

Selasa, 13 Mei 2014

Tertipu Biro Jasa Haji





Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Ustadz saya beserta keluarga baru-baru ini telah tertipu oleh salah satu biro jasa haji yang sudah cukup punya nama di Semarang dikarenakan biro jasa tersebut mengalami pailit. Padahal tidak sedikit uang yang saya investasikan ke biro jasa tersebut. Parahnya, saudara-saudara saya yang telah mendaftar untuk haji dan umroh juga gagal berangkat karenanya. Apa yang mesti saya lakukan ustadz? Haruskah masalah tersebut saya bawa ke ranah hukum? Mengingat  karena pihak managementnya yang seakan lepas tangan dan sulit dihubungi.

NN, Semarang

Waalaikumsalam Wr Wb.
Saudara yang dirahmati Allah, dizaman sekarang ini, seseorang dapat melakukan apa saja untuk mendapatkan keuntungan termasuk dengan melakukan penipuan. Tidak hanya dalam bentuk usaha keduniaan seperti bisnis dll. Lebih dari itu, seperti biro haji yang kaitannya dengan masalah ibadahpun (ukhrawi) bisa juga dijadikan lahan untuk itu. Saat ini, manusia sudah lupa akan agama dan moralnya, khususnya di Indonesia, bahkan proyek untuk al Quran pun di korupsi.

Supaya tidak terjadi kesalahfahaman, alangkah baiknya Anda mencari bukti-bukti yang akurat perihal keganjilan (kepailitan) biro haji tersebut. Sebagai contoh bekerja sama dengan seluruh konsumen yang merasa dirugikan untuk menemukan keberadaan para penanggung jawab. Selanjutnya  meminta keterangan dan mencari bukti lainnya tentang kebenaran dari kinerja biro tersebut. Setelah itu laksanakanlah musyawarah untuk mencari jalan yang terbaik.
Dari penjelasan di atas, intinya dekatilah dengan pendekatan kekeluargaan terlebih dahulu, Apabila sudah tidak didapatkan jalan keluar, maka bisa menempuh jalur hukum, diantaranya dengan menuntut karena penipuan apabila berkaitan dengan pidana dan menggugat pembagian harta yang tersisa dari usaha biro tersebut jika berkaitan dengan perdata.

Sebagai seorang muslim usaha dzahir tersebut haruslah diiringi dengan usaha batin, oleh karenanya perbanyaklah berdoa untuk dimudahkan urusan. Pada akhirnya, hadapilah seluruh permasalahan dengan kepala dingin dan tidak mengedepankan emosi. Yakinlah apabila itu sudah menjadi rizki kita, maka akan kembali kepada kita, sebaliknya apabila bukan, niscaya tidak akan kita miliki, walau seberat apapun usaha yang telah kita lakukan. Dalam hal ini, perbanyaklah membaca doa apabila kita kehilangan sesuatu yaitu "Allahumma ajirniy fii mushiibaty, wa akhlif Lii Khairan Minhaa" (Shahih Muslim) . “Wahai Allah Berilah aku pahala dari kehilanganku ini dan  gantikan aku dengan yang lebih baik darinya". Salam.