Kamis, 04 September 2014

Karier Tak Lagi Stagnan



Dulu saya sempat berpikir kalau saya memang ditakdirkan menjadi orang yang selalu kalah, sial dan sulit mencapai keberhasilan. Hampir 7 tahun saya bekerja sebagai pegawai honorer pada sebuah kantor instansi masih terkatung-katung menunggu keputusan pengangkatan PNS. Beberapa rekan-rekan seangkatan yang telah lebih dulu diangkat membuat saya semakin rapuh dan putus asa menjalani hidup ini. badan jadi semakin kurus dan layu memikirkannya, bahkan jodoh yang dinantikanpun tak kunjung datang. Padahal jika dilihat dari segi kualitas kerja, saya berada diatas mereka. Segala upaya sudah saya lakukan tetapi tetap saja sama tak ada peningkatan.
Sampai suatu ketika saya bertemu teman lama yang menganjurkan untuk menemui Ustadz Massar di Semarang seperti yang dilakukannya dulu saat kariernya juga masih Stagnan. Alhamdulillah setelah berkonsultasi dan melaksanakan beberapa amalan dan tahapan Rukyah Diri Dan Rukyah Hajat di tempat praktek ustadz massar, beberapa bulan kemudian SK pengangkatan sayapun turun. Belum berhenti di situ, tanpa direncana, aku  dikenalkan dengan saudaranya temanku seorang guru PNS di salah satu SMP Negeri di Pati yang kini telah menjadi pendamping hidupku. Ustadz Massar, terimakasih untuk semuanya. 
Dirga, Kudus

Selasa, 02 September 2014

Ruqyah dan Perbaikan Mental


Maraknya berita tentang penculikan di televisi ternyata telah menginspirasi segelintir orang untuk melakukan kejahatan serupa. Adalah Suhardi (40) salah seorang pengusaha kayu asal Kalimantan tidak menyangka akan menjadi korban dari orang-orang yang ingin kaya dengan cara instan tersebut.
Peristiwa itu bermula dari kelalain Keyla , sapaan akrab istri Suhardi yang terlambat menjemput putrinya di sekolah. Namun, peluang itu ternyata dimanfaatkan penculik yang telah lama melakukan pengintaian. “Bunga pulang sama om ya, mamah gak bisa jemput” bujuk penculik. “Ia om, tapi Bunga jajan dulu ya“ dengan polosnya anak kelas 1 SD tersebut menjawab. Tanpa ada kesulitan, penculik dapat dengan mudah mengambil bunga dan menyekapnya disebuah rumah.
Dengan perasaan cemas Keyla segera menghubungi beberapa saudaranya termasuk suaminya berharap merekalah yang menjemput Bunga karena mendapati keadaan sekolah yang sudah sepi dan kosong, Ternyata tidak!! .
 “Papah tolong Bunga, Bunga takut ”Rintihan bunga, putri semata wayang Suhardi ditelepon.
“Bunga... bunga ini papah sayang... bunga ada dimana???” Tanya Suhardi mulai panik.
Kalo kamu mau nyawa putrimu selamat, jangan coba-coba lapor polisi dan ikuti perintah kami maka semuanya akan aman.” gertak penculik dan kontakpun putus.
Hati Terguncang
Hari berganti hari, malam pun kian berlalu, hilangnya kontak dengan si penculik dan anaknya telah membuat mata Suhardi dan Keyla seakan enggan terpejam teringat nasib putrinya yang malang. Peristiwa tersebut juga mengguncang batin keluarga Suhardi, merasa serba salah dan tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa, hanya bisa berpasrah kepada Yang Maha Kuasa. Dengan perasaan kalut, Suhardi berusaha menemui Ustadz Massar di Semarang. “Ustadz kami mohon doanya semoga kami sekeluarga diberikan jalan keluar dan diberi kekuatan” pinta Suhardi.
Allah Maha Mendengar, Tidak berselang lama tepat 1 minggu setelah bunga diculik, Suhardi mendapatkan laporan tentang keberadaan Bunga dari pihak sekolah yang merasa curiga saat Bunga dijemput oleh orang lain yang mengaku kerabat dekat Suhardi. Atas bantuan warga akhirnya Bunga dapat diselamatkan. “Bunga baik-baik saja sayang? ” Tanya Suhardi. alih-alih ada kebahagiaan, Bunga terlihat trauma dan tertekan.  
Tak ayal, Bunga sering merasa ketakutan dan mengalami gangguan tidur. Merasa ada kelainan dengan mentalnya, akhirnya Suhardi meminta pertolongan lagi kepada Ustadz Massar. “Ustadz tolong anak saya, sepertinya dia trauma akut” tuturnya. “Upayakan sesering mungkin mengajaknya bicara agar pikirannya tidak kosong dan jangan mengasingkannya dari kehidupan sosial agar tidak terus berada dalam ketakutan dan sulit lepas dari masa trauma cukup awasi sewajarnya saja.” Nasehat sang Ustadz setelah merukyah diri Bunga. Beberapa minggu pasca terapi Rukyah, perlahan namun pasti semangat bunga mulai tumbuh, Diapun mulai mendapatkan keceriaannya lagi dan mau bergaul dengan teman-tamannya seperti sedia kala.

Kamis, 28 Agustus 2014

Karir Lebih Baik



saya seorang karyawan di perusahaan swasta yang bergerak dibidang otomotif. Sudah 2 tahun saya bekerja di perusahaan tersebut, akan tetapi karir saya tidak pernah meningkat (naik pangkat), padahal selama ini saya sudah bekerja maksimal untuk kemajuan perusahaan. Ketika saya tanyakan permasalahan itu kepada atasan, justru saya harus menerima berbagai alasan yang tidak masuk akal. 
  Suatu ketika, tanpa sengaja saya bertemu dengan teman lama di cafe  tak jauh dari kantor, setelah kami ngobrol banyak dan menceritakan tentang pekerjaan, saya disarakan untuk menemui seorang Ustadz ahli ruqyah di Semarang. Beberapa hari kemudian saya dan teman saya pergi ke tempat praktek Beliau, dan saya langsung mengutarakan semua permasalahan kapada Beliau.
Akhirnya saya menjalani terapi ruqyah sebagai usaha untuk membersihkan diri agar aura energi positif saya dapat terpancar keluar. Alhamdulillah, atas izin Allah tidak kurang dari satu bulan saya bisa merasakan perubahannya. Tanpa prosedur yang ketat, sekarang saya sedang dipromosikan menjadi supervisor. Terima kasih ustadz Massar.
Toni, Lampung

Senin, 25 Agustus 2014

Suami Jadi Baik



          Saya seorang ibu rumah tangga, Sedangkan suami seorang pengusaha. Berbeda saat masih pacaran, setelah menikah kebaikanya berubah menjadi keburukan. Suami  menjadi sering marah-marah terhadap saya maupun anak-anak (temperamental). Belum diketahui penyebabnya secara pasti, karena setiap ditanya tentang pekerjaan atau apapun permasalahan yang menimpa dirinya, dia langsung bereaksi marah.
Saat itu saya merasa minder dengan suami, karena saya berasal dari kampung yang dibawa suami ke kota. Oleh karenanya saya menerima apapun yang dilakukan suami kepada saya. Ibarat semut, apabila diinjak terus menerus tentu akan menggigit, begitu juga dengan saya. Merasa tidak kuat, suatu ketika saya meminta cerai, bukanya ditanggapi dengan kepala dingin, sebaliknya saya menjadi korban kekerasannya.
  Seringnya melihat kekerasan yang saya alami, akhirnya seorang tetangga menyarankan saya untuk berkonsultasi dengan Ustadz Massar, seorang Ustadz ternama dan ahli ruqyah di Semarang. Setelah menceritakan semua peristiwa yang saya alami, akhirnya dilakukan rukyah jarak jauh untuk suami dan saya juga diberi amalan doa untuk meluluhkan hati suami. Dengan penuh keyakinan saya meminta kepada Allah untuk kebaikan suami. Atas izin-Nya, Al Hamdulillah sedikit demi sedikit suami saya berubah, lebih dari itu sekarang dia menjadi penyayang dan perhatian terhadap keluarga. Terima kasih banyak Ustadz.
                                                            Tiara (bukan nama sebenarnya), Lampung

Kamis, 21 Agustus 2014

Game Online Merusak Prestasiku



Sewaktu di kelas 1 SMP aku mulai mengenal dunia komputer ( browsing, chatting,Game, dll) internet sangat membantu sekali pelajaranku dalam hal menambah wawasan dan referensi yang tidak aku dapatkan dibiku pelajaran. Pada semester pertama dan kedua prestasiku disekolah sangat memuaskan hingga akhirnya aku bisa lulus dan melanjutkan ke SMA internasional dikotaku.
 Kurikulum dan peraturan sekolah yang super ketat di SMA internasional ini membuatku semakin jenuh hingga aku mulai mencoba beberapa permainan  Game Online seperti  Ayodance, PW,dll. Seringnya main Game Online membuatku kecanduan sampai akhirnya lupa semuanya,lupa makan, lupa solat, lupa waktu hingga sekolah terbengkalai dikarenakan jarang masuk kelas. Uang SPP 3 bulan pun habis aku buat taruhan.
Orang tuaku akhirnya mengetahui semua ulahku dan marah besar saat  surat teguran pertama dari sekolah dilayangkan kepadanya. Akupun meminta maaf dan berjanji akan lebih giat belajar. Namun , beberapa bulan kemudian, aku lupa dengan janji-janjiku dan kembali terjebak dalam permainan Game Online yang seakan sulit terlepaskan hingga nilai semesterku merosot tajam.
Bersama orang tuaku, aku diajak bertemu dengan ustadz Massar di Semarang sesuai saran teman ayah yang berhasil merubah sifat keras anaknya yang sering tawuran dengan terapi Rukyah. Setelah melaksanakan terapi Rukyah dan beberapa nasehat Beliau yang aku jalani, Alhamdulillah hidupku memang jauh lebih tenang dan terarah. Nilaiku yang merosot kembali naik dan menjadi juara kelas. Terima kasih pah, mah, dan Ustadz Massar yang telah menyadarkanku dari kecanduan Game Online yang menyesatkan.
Rudi M, Surabaya

Senin, 18 Agustus 2014

Hati lebih tenang



Dulu, saat saya masih tinggal di luar negeri bersama paman, saya mendapatkan tawaran kerja dari sebuah perusahaan penerbitan. Saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Sayangnya, saat itu pemerintah belum bisa memberi surat izin kerja.
Di perusahaan penerbitan itu saya memulai bekerja setelah menjelaskan kondisi saya. Pada awalnya, bos bersedia dan mau mengerti. Saya mulai bekerja sambil menunggu proses keluarnya surat tersebut. Tapi bos tidak sabar, terpaksa saya keluar.
Singkat cerita saya kembali ketanah air. Sesampainya di Bandung saya ditawari kerjasama seorang teman semasa SMA untuk membuka usaha. Akhirnya kami sepakat membuka lembaga pendidikan dan pelatihan. Apalagi saya memiliki bekal bahasa inggris yang cukup.
Atas saran ibu saya, saya berkonsultasi kepada Ustad Massar. Dua terapi saya jalani sekaligus yakni Ruqyah Tempat untuk lokasi lembaga pendidikan dan Ruqyah Diri untuk saya pribadi. Alhamdulillah, paska terapi, saya merasakan ada perbedaan. Saya jadi lebih tenang, lembaga pendidikan dan pelatihan juga diminati banyak siswa.
Ardi Susanto, Bandung.