Jumat, 07 Agustus 2015

Seperti Terlahir Kembali


 
Panggil saja aku DR (35), Hampir tiga tahun lamanya aku menderita penyakit yang betul-betul membuatku menjadi manusia tak berguna. Sebagai seorang laki-laki dan suami aku merasa hidup ini gelap dan bumi tempatku berpijak seakan-akan runtuh karena aku tak bisa lagi memberi nafkah lahir maupun batin kepada Istriku tercinta. Semua berawal saat insident jatuhnya lampu penerang diatas panggung yang menimpaku saat aku sedang menjalankan tugas karena aku merupakan seorang lighting panggung untuk ivent-ivent music di Yogyakarta. Aku sempat di rawat di rumah sakit beberapa hari, setelah itu aku memutuskan untuk berobat jalan saja. Akibat Insident tersebut,syaraf yang berhubungan dengan kejantananku menjadi lemah, sebagai laki-laki normal aku menjadi terpukul ,stres dan down, untunglah dengan sabar istriku selalu merawat dan menemaniku. Mulai dari pengobatan medis hingga non medis telah kutempuh tapi semuanya mentah. Ditengah keputus asaan kami, aku dan istri mencoba pengobatan nabawi dengan metode ruqyah di tempat Ustadz Massar, seorang ustadz yag ahli dalam meruqyah. Oleh Beliau aku disarankan melakukan beberapa kali terapi ruqyah dan meninggalkan semua perbuatan yang dilarang agama yang pernah aku lakukan dulu dan mengamalkan beberapa dzikiran. Mungkin Tuhan murka dengan kehidupanku, sehingga Dia mengetuk pintu hatiku untuk kembali pada jalan yang benar. Alhamdulillah sekarang keadaanku berangsur-angsur membaik dan aku merasa terlahir kembali menjadi manusia baru.
DR, Yogyakarta



Selasa, 04 Agustus 2015

Penyakit Hepatitis Sembuh


Saya merupakan mahasiswa sebuah universitas swasta di surabaya. selama hampir satu tahun ini saya merasa badan saya mudah capek, kurang nafsu makan, sering pusing dan tiba-tiba panas. Namun karena kesibukan saya sebagai aktivis kampus dan pengelola beberapa bimbel yang didirikan keluarga membuat saya sering menyepelekan  hal tersebut dan menganggapnya sebagai penyakit biasa.
Suatu saat ketika saya sedang mengikuti kegiatan kampus, saya merasa badan saya kembali bergejolak. Seolah tanpa bisa dicegah, nyeri diulu hati disertai mual-mual dan demam membuat saya akhirnya dilarikan ke klinik terdekat. Dari pemeriksaan dokter saat itu dinyatakan hanya terkena typus.
Dua minggu kemudian, lagi-lagi saya merasakan gejala sebelumnya dan ditambah rasa gatal ditangan karena muncul bintik-bintik kuning. Sayapun baru menyadari jika air mani saya telah berubah warna. Dengan perasaan panik mama membawaku kerumah sakit. Dan kali ini Dokter menyatakan jika saya terkena hepatitis B dan harus segera dirawat.
Sepulangnya dari rumah sakit, mama mulai mencoba pengobatan alternatif dan herbal karena terkadang saya masih merasakan gejala penyakit hepatitis tersebut. Namun semua pengobatan yang kujalani hanya bertahan sementara. Hingga akhirnya saya menjalani terapi ruqyah dan pengobatan tib Nabawi ditempat praktik ustadz massar di semarang atas saran teman mama. Alhamdulillah dari pengobatan tersebut saya merasa kondisi tubuh saya semakin membaik begitupun dengan rasa sakit yang selama ini timbul tenggelam tak lagi kurasakan. Bahkan banyak yang bilang jika saya terlihat lebih segar dan lebih semangat.
 Usai menjalani terapi ruqyah yang ketiga, saya disarankan oleh ustadz massar untuk kembali melakukan tes darah dirumah sakit. Hasilnya sungguh luar biasa, SGOT dan SGPT saya dinyatakan normal dan sayapun sembuh dari penyakit hepatitis B.
Haima, surabaya

Jumat, 31 Juli 2015

Usaha Kembali Ramai

Aku Fajar, seorang mahasiswa yang mempunyai side job usaha distro . Sejak kelas 2 SMA aku sudah mulai gemar melukis dan mendesain kamarku dengan gambar-gambar yang berbau seni termasuk beberapa t-shirt kesayangan ayah yang tak luput dari coretanku. Meskipun awalnya ayah marah besar dengan ulahku itu, tetapi kemudian beliau bisa mengerti dan berusaha menyalurkan hobiku dengan membuka distro yang mengutamakan kualitas dan pelayanan yang memuaskan.
Satu tahun berjalan, distroku sangat ramai dan pesananpun mulai berdatangan. Akan tetapi tak semua orang mau menerima kenyataan itu. Alhasil para pelangganku lama kelamaan mulai menyusut dan distropun menjadi sepi. Bahkan beberapa diantaranya mengeluhkan kualitas produkku yang semakin buruk.
Aku dan juga ayah yang merasakan adanya keganjilan mencoba menemui Ustadz Massar di Semarang sesuai saran mamaku. Menurut Pak Ustadz, ada seseorang yang iri dengan keberhasilanku, melalui bantuan dukun ia berusaha membuat distroku tak terlihat pandangan umum.  Akhirnya Ustadz Massar  segera melaksanakan ruqyah tempat  agar Aura hitam yang menutupi distro memudar. Allah Maha Adil. Alhamdulillah, beberapa minggu kemudian distroku kembali dipadati pembeli dan dari yang semula  hanya memproduksi puluhan kaus, permintaan bertambah menjadi ratusan bahkan kini hingga mencapai ribuan potong. Ustadz Massar, thank you very much.
Fajar, Bandung

  




Selasa, 28 Juli 2015

Cafe mendapat Teror



Aku adalah anak pemilik salah satu café di Bali, dulu café kami sangat ramai dikunjungi oleh turis baik local maupun Manca Negara. Tetapi semenjak terjadi insiden kecelakaan di depan café kami beberapa bulan yang lalu dan menewaskan salah satu karyawan kami, Entah mengapa sejak kejadian itu café menjadi sepi dan ada sebagian orang yang meniupkan isu bahwa karyawan tersebut sengaja kami jadikan tumbal untuk kelancaran usaha café kami.
Sebagai pewaris dari usaha tersebut aku merasa ikut prihatin dengan keadaan tersebut, berbagai cara mulai aku lakukan untuk mengembalikan nama baik cafe kami dan itu berhasil. Akan tetapi situasi itu rupanya hanya berjalan sesaat, cafe kami kembali dihujani dengan berbagai tuduhan yang semakin menyudutkan kami. Ditengah keputus asaanku menghadapi masalah tersebut, kekasihku mengajakku ke Semarang untuk bertemu dengan ustadz massar sebagaimana dilakukan ayahnya dulu ketika keluarganya diserang teluh oleh rekan bisnis ayahnya.
Singkat cerita, Ruqyah diri dan juga tempat (cafe)pun segera dilaksanakan untuk menetralisir  aura negative dari orang-orang yang sengaja ingin menghancurkan café kami. Seakan mengingat hukum sebab akibat, bahwa siapa yang menanam keburukan pasti akan memanen keburukan juga karena Allah Maha Tahu lagi Maha Adil. Tanpa menaruh dendam kepada siapapun, Alhamdulillah sekarang café mulai ramai kembali dan karyawan bisa bekerja dengan tenang. Ustadz Massar, thank you so much!
JG, Bali

Jumat, 19 Juni 2015

Bisa Hidup Lebih Baik



Cucuku merupakan seorang mantan model yang pernah meraih beberapa penghargaan dan sempat mengepakkan sayapnya didunia perfilman. Namun, Pekerjaan yang dijalaninya sejak kecil membuatnya kehilangan masa mudanya dan keakraban berkumpul bersama keluarga. Hari-harinya terisi penuh dengan jadwal pemotretan dan seluruh pekerjaan yang semakin menjauhkannya dari mimpi dan cinta. Kedekatannya selama ini dengan dua atau tiga lawan mainnya hanyalah sekedar hubungan beberapa bulan yang tidak meninggalkan kesan yang mendalam. Sebenarnya Banyak lelaki yang mengejarnya tapi tak ada satupun yang mampu mencuri hatinya.
Waktu seolah berlalu demikian cepatnya dan titik kehancuran itupun semakin hari semakin besar. Bersama teman-teman seprofesinya, rupanya cucuku sering menghabiskan waktu senggangnya dengan pergi keclubing dan diskotik dengan alasan pekerjaan. Begitu rapinya apa yang telah dilakukannya selama ini tanpa bisa dicurigai oleh kami. hingga pada akhirnya semuanya terkuak dengan sendirinya. Diapun menyesal telah membohongi kami dan ingin memperbaiki hidupnya.
Saat itulah kami mencoba mengajaknya ke Semarang untuk membersihkan jiwanya yang kotor dengan melaksanakan rukyah diri di tempat praktik Ustadz Massar. Selain memberikan wejangan , beliau juga memberikan beberapa doa yang bisa kami amalkan sehari-hari. Entah dorongan dari mana, cucuku memutuskan keluar dari dunia model untuk menjalani hidup normal dan alhamdulillah tak lama setelah itu, dia menemukan seorang lelaki yang soleh dan berwibawa yang bisa menuntunnya menuju surganya Allah.
Mira, Bandung

Senin, 08 Juni 2015

Ruqyah Dan Kesadaran Diri



Saya seorang konsultan keuangan di perusahaan asing di Kota Kembang, adapun pacar saya adalah seorang mahasiswi, anak tunggal dari kalangan keluarga berada di kota yang sama dengan saya. Enam bulan lalu, Keluarga pacar saya tertimpa musibah yaitu usaha papahnya yang selalu dibanggakan bangkrut dan menyisakan banyak utang. Saya sendiri tidak mengetahui secara pasti penyebab kebangkrutannya karena pacar saya tidak pernah bercerita terkait bisnis papahnya, padahal secara teoritis saya bisa membantu meskipun hanya sedikit.

Kolepnya usaha keluarga ternyata berdampak kepada perubahan perilaku pacar saya. Dia lebih sering menuntut dan marah tanpa alasan yang jelas. Usut punya usut ternyata dia belum bisa menerima kenyataan bahwa keluarganya jatuh miskin. Saya selalu memberikannya pengertian dan dukungan, akan tetapi himbauan saya hanyalah angin lalu baginya, alih-alih dapat menenangkan, justru saya di ajak putus karena merasa dirinya sudah tidak pantas lagi.

Singkat cerita , saya menemui Ustadz Massar di Semarang sesuai saran rekan kerjaku di kantor. Setelah mengetahui inti permasalahan, ustadz Massar menyuruh saya menghadapnya lagi dengan serta merta membawa pacar saya. Keesokan harinya saya menghadap beliau untuk kedua kalinya dan pacar sayapun akhirnya dirukyah. Setelah itu, ustadz massar memberikan arahan dan penjelasan yang sungguh menyejukkan hati kami, khususnya pacar saya yang tertimpa musibah. Pada saat itu, reaksi pacar saya sungguh dramatis, dirinya tak mampu lagi menahan air mata penyesalan atas apa yang telah dilakukannya selama ini. Atas izin Allah Swt, Alhamdulillah saat ini pacar saya kembali seperti sedia kala.
Dirga, Bandung